Kemenag Kaltim Gelar Rukyatul Hilal di Samarinda, Hasil Pementuan Ketinggian Hilal 2 Derajat

Bagikan :

Mahakata.com – Kementerian Agama (Kemenag) Kaltim, melakukan Rukyatul Hilal untuk menetapkan awal bulan puasa Ramadhan 1445 Hijriah.

Kepala Seksi Bimas Islam Kemenag Samarinda, Ikhwan Saputra menyatakan bahwa penetapan awal puasa masih menunggu putusan dari Kemenag RI.

Dirinya memaparkan, pengamatan hilal dilakukan di beberapa titik di Kabupaten Kota di seluruh Indonesia. Hasil dari pengamatan ini akan menjadi dasar untuk menentukan awal bulan puasa.

“Pengamatan hilal ini dilaksakan juga di beberapa titik di kabupaten kota yang ada di Indonesia, dan jika ada di salah satu kabupaten maka bisa jadi puasa akan dilaksanakan besok hari,” kata Ikhwan.

Ia menjelaskan ketetapan puasa pada tanggal 11 atau 12 Maret akan ditetapkan melalui Sidang Isbat, dengan hasil laporan dari setiap daerah.

Namun, berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), hilal di Kaltim belum terlihat dengan jelas.

“Menurut pantauan BMKG hilal di Samarinda ada pada ketinggian 2 derajat dan memang kriteria hilal yang bisa menjadi patokan awal Ramadhan ada pada ketinggian 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat,” jelasnya.

“Sedangkan, di Samarinda mulai pagi tadi berkabut yang lumayan tebal disertai mendung,” lanjutnya.

Ikhwan menyebut perbedaan waktu awal berpuasa merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahunnya.

Namun, pentingnya rasa saling menghormati dan menghargai antar umat Islam dalam menentukan awal bulan Ramadhan.

Meskipun terdapat variasi dalam perhitungan, kesepakatan telah dicapai antara Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura untuk menetapkan awal bulan puasa pada 3 derajat dengan elongasi 6,4.

“Kita tetap bersepakat berdasarkan kesepakatan Menteri Agama Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, serta Singapura bahwa kriteria kita penetapan awal bulan pada 3 derajat dengan elongasi 6,4,” tegasnya. (*)

 

Leave a Reply