DJPb Kaltim Salurkan Dana Transfer Pusat, Terbesar Diterima Pemkab Kukar Sebesar Rp7,3 Triliun

Bagikan :

Mahakata.com – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kaltim, menyerahkan daftar alokasi transfer ke kabupaten/kota di Bumi Mulawarman.

Muhammad Syaibani, Kepala DJPb Kaltim, mengatakan alokasi belanja negara untuk Kaltim sebesar Rp83,59 triliun disalurkan masing-masing Rp44,8 triliun sebagai belanja DIPA dan Rp39 triliun sebagai dana TKD.

“Alokasi DIPA dan TKD 2024 di Kaltim capai Rp83,59 triliun naik signifikan dibanding alokasi 2023 yang berada diangka Rp68,66 triliun,” kata Syaibani.

Dirinya menyebut alokasi belanja negara tahun 2024 yang disalurkan ke Kaltim dalam bentuk belanja kementerian/lembaga sebesar Rp44,59 triliun dan TKDD sebesar Rp39 triliun.

Untuk belanja kementerian/lembaga meningkat 124,4 persen dari pagu awal tahun 2023 sebesar Rp 8,76 triliun. Alokasi belanja dialokasikan kepada 38 kementerian/lembaga yang terdiri dari 399 Satuan Kerja (Satker) dan disalurkan oleh tiga Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) lingkup Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kaltim.

Alokasi TKDD TA 2024 terdiri atas Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan Sumber Daya Alam sebesar Rp 28,59 triliun, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 6,4 triliun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 884,01 miliar, DAK Non Fisik sebesar Rp 2,23 triliun, Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp110,02 miliar dan Dana Desa sebesar Rp 787,19 miliar.

“Kementerian/lembaga untuk lingkup Kalimantan Timur di tahun 2024 sebagian besar akan dipergunakan untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur IKN,” tegasnya.

Syaibani menegaskan pertumbuhan transfer ke daerah terbesar tahun 2024 terdapat pada komponen DAK Fisik yang bertumbuh sebesar 27,13 persen, diikuti dana bagi hasil sekitar 21,7 persen dan dana alokasi umum sebesar 13,49 persen.

“Daerah dengan transfer ke daerah terbesar tahun 2024 adalah Kabupaten Kutai Kartanegara sebesar Rp7,3 triliun, Kabupaten Berau dengan alokasi Rp3,5 triliun dan Kutai Barat sebesar Rp2,5 triliun,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *