Rencana Pengadaan Bus Listrik Terus Berproses, Dishub Samarinda Tetapkan Dua Jalur Trayek

Bagikan :

Mahakata.com – Pemkot Samarinda melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, mematangkan rencana pengadaan bus listrik dengan skema by the service (BTS).

Hotmarulitua Manalu, Kepala Dinas Perhubungan Samarinda, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pemetaan trayek yang dilalui bus listrik.

“Skema BTS telah diputuskan oleh Wali Kota Samarinda. Nantinya pemkot akan membayar perkilometer kepada pihak ketiga yang menyediakan BTS,” kata Manalu.

“Nanti ada pihak operator yang akan mengoperasikan bus listrik, serta ada lembaga yang menjadi pengawas terkait dengan standar pelayanan minimal,” lanjutnya.

Sementara itu, Ayatullah Khumaini, Kabid Angkutan Dishub Samarinda memaparkan, pihaknya masih perlu melakukan pembahasan terkait anggaran keseluruhan yang dibutuhkan untuk proyek bus listrik.

“Untuk anggaran masih dalam tahap pembahasan, jadi kami belum bisa buka seberapa total anggaran yang dibutuhkan,” ungkapnya.

Dishub Kaltim menetapkan dua jalur trayek bus listrik di antaranya Trayek 1A dan Trayek 1B.

Berikut rinciannya:

Trayek 1A, rutenya sepanjang 25,72 kilometer. Dimulai dari Pelabuhan Pasar Pagi – Jl. Gajah Mada – JI. RE Martadinata – JI. P Antasari – Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Letjend Suprapto – Jl. Mayjend S Parman – Jl. Ahmad Yani – Jl. DI Pandjaitan – Terminal Lempake – Jl. DI Pandjaitan – Jl. Sentosa – Jl. Kemakmuran – Jl. Pelita – Jl. Lambung Mangkurat II – Jl. KH Ahmad Dahlan – Jl. Basuki Rahmat – JI. KH Abdurrasyid – Jl. Awang Long – Jl. Jend. Sudirman – Jl. KH. Khalid – Jl. Pangeran Diponegoro – Jl. Pangeran Hidayatullah – Jl. P. irian – Jl. Nahkoda – Jl. Yos Sudarso dan titik terakhir akan kembali ke Pelabuhan Pasar Pagi.

Sedangkan Trayek 1B, rutenya sepanjang 22,50 kilometer. Dimulai dari Terminal Pasar Pagi – Jl. Gajah Mada – Jl. Yos Sudarso – Jl. Niaga Timur – Jl. Pulau Sebatik – Jl. Imam Bonjol – Jl. KH Ahmad Dahlan – Jl. Lambung Mangkurat II – Jl. Pelita – Jl. kemakmuran – Jl. Sentosa – JI. DI Pandjaitan – Terminal Lempake – Jl. DI Pandjaitan – Jl. Ahmad Yani – Jl. Mayjend S Parman – Jl. Letjend Suprapto – J1. Ir. H. Juanda – Jl. P Antasari – JI. RE Martadinata – Jl. Gajah Mada – Terminal Pasar Pagi.

“Satu putaran pertama dari Pelabuhan Pasar Pagi, putaran selanjutnya akan berlawanan arus, itu sih yang direncanakan,” tegasnya. (*)