Dikerjakan Provinsi, Perbaikan Jalan Jalan Kampung Tembudan ke Biduk-Biduk Rampung Akhir Tahun

Bagikan :

Mahakata.com – Pemprov Kaltim melalui Dinas PUPR Kaltim, masih melakukan pengerjaan dan perbaikan jalan di Berau.

Salah satu ruas yang dikebut pengerjaannya yakni akses jalan Kampung Tembudan menuju Kampung Biduk Biduk.

Akhir tahun ini pengerjaan ruas jalan tersebut ditarhet selesai secara keseluruhan.

“Akhir tahun ini pekerjaan ruas jalan Kampung Tembudan menuju Kampung Biduk Biduk selesai, dan masyarakat segera menikmatinya,” kata Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.

Sri Juniarsih berharap dengan diselesainya proses pengerjaan jalan poros ini, nantinya mobilitas masyarakat dapat berjalan lancar.

“Tetapi yang terpenting, dengan semakin baiknya kondisi jalan ini, perekonomian warga Kampung Tembudan dan sekitarnya semakin meningkat, itu harapan utama saya. Karena bagaimana pun juga peningkatan perekonomian keluarga adalah bagian hal yang terpenting dari sendi kehidupan masyarakat,” paparnya.

Diketahui, total jalan provinsi di Berau mencapai panjang 220 kilometer, dari Kecamatan Tanjung Redeb hingga Kecamatan Talisayan sepanjang 150 kilometer, Talisayan sampai simpang Lenggo, Batu Putih sepanjang 30 kilometer dan simpang Lenggo, Batu Putih hingga simpang Km 46 sepanjang 40 kilometer.

Untuk ruas Jalan Tanjung Redeb hingga Talisayan ada tujuh paket pengerjaan kontruksi, yang nilai keseluruhnya kurang lebih Rp450 miliar, ditambah dengan dua paket pengerjaan rehabilitasi jembatan diantaranya Jembatan Sambaliung sebesar Rp26 miliar dan Jembatan Talisayan kurang lebih Rp700 juta, serta ada pula perbaikan turap sepanjang Jalan Talisayan.

Ditambah dengan paket pengerjaan Kaliorang hingga Talisayan kurang lebih sebesar Rp50 miliar, jadi total kurang lebih Rp500 miliar yang berada di wilayah Berau untuk kegiatan jalan dan jembatan.

Tahun ini dipastikan paket pengerjaan jalan dan jembatan di selesai.

Namun untuk kondisi jalan yang mengalami rusak ringan atau sedang, pihaknya melalui UPTD 3 akan dilakukan pemelihataan rutin yang dilaksanakan dari swakelola setempat.

“Sebab pengerjaan perbaikkan total jalan tidak dilakukan secara keseluruhan hanya jalan yang kondisinya rusak cukup parah dan banyak mengalami patahan jalan,” tegasnya. (*)

 

Leave a Reply