BBPJN Kebut Perbaikan Jalan Nasional Kukar-Kubar, Target 96 Persen Akses Jalan Bagus Akhir 2024

Bagikan :

Mahakata.com – Pemprov Kaltim tetap mengawal perbaikan jalan akses Kutai Kartanegara menuju Kutai Barat.

Informasi yang diterima Isran Noor, Gubernur Kaltim, bahwa perbaikan akses jalan Kukar-Kubar oleh BBPJN bakal menyentuh 96 persen pada alkhir Desember 2024.

“Itu yang akan terus kita perjuangkan. Jalan yang mulus,” kata Isran.

Bahkan Gubernur sangat optimis pada akhir 2024, kondisi jalan mantap ke Kubar sudah akan mencapai 96 persen.

“Saya sudah mendapat informasi dari BBPJN. Akhir Desember 2024, kondisi jalan mantap ke Kubar mencapai 96 persen,” tegasnya.

Menurutnya, target itu sangat realistis dan masuk akal. Sebab pemerintah terus memberikan perhatian yang semakin besar untuk pembangunan infrastruktur jalan menuju Kutai Barat.

“Meski saya dan Pak Wakil sudah pangsiun (pensiun) tahun depan, program yang baik ini harus terus dilanjutkan,” tegas Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia itu.

Sebelumnya, saat pemantauan ruas jalan Tenggarong – Barong Tongkok perwakilan BBPJN, Nuryani menjelaskan pemerintah terus melakukan pembangunan dan perbaikan ruas jalan tersebut. Beberapa di antaranya merupakan proyek tahun jamak atau multiyears contract/MYC.

Salah satu proyek tahun jamak yang akan dikerjakan pada 2023 dan 2024 adalah  ruas Loa Janan – Senoni – Simpang Kota Bangun.

“Program MYC ini sudah  berkontrak  Mei 2023.  Sudah berjalan 80 hari.  Nilai kontrak Rp151 miliar. Efektif penanganan 24 km,” kata Nuryani.

Sepanjang 2 km dikerjakan dengan rigid,  selebihnya aspal dan fleksibel. Dalam paket  pekerjaan itu juga terdapat tiga pekerjaan longsoran.

Selain itu juga sedang dilakukan pekerjaan untuk Simpang Kota Bangun – Gusiq – Simpang Blusuh dengan proyek tahun jamak hingga akhir Desember 2024.

Pekerjaan proyek ini termasuk yang sempat viral jalan rusak parah saat kunjungan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi tahun lalu.

“Termasuk yang viral jalan rusak parah saat kunjungan Wakil Gubernur tahun lalu di sekitar Desa Perian. Sekarang sudah rigid, sudah tertangani. Sekarang masih on going.” jelas Nuryani.

Proyek MYC ini bernilai Rp205 miliar dengan panjang efektif 21,2 km. Terdiri dari rigid 6,3 km dan aspal 14,9 km.

“Progres tahunan 2023 sudah 28 persen. Target 2023 rigid 3 km dan aspal 5 km” ungkapnya.

Pembangunan juga dilakukan untuk Inpres Jalan Daerah (1JD) sepanjang 2,5 km di Simpang Pom Bensin Tanjung Isuy.

BBPJN juga mengusulkan program tahun jamak untuk pekerjaan Simpang Blusuh – Mentiwan Barong Tongkok.

“Untuk jalur ini belum pernah MYC. Tapi tahun ini kita usulkan. Pokoknya BBPJN maju terus,” tutup Nuryani. (*)

 

Leave a Reply