Wagub Seno Aji Buka Peluang Pembangunan Jalur Kereta Cepat WHOOSH di Kaltim

Bagikan :

Mahakata.com – Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim, membuka peluang pembangunan jalur kereta cepat serupa kereta WHOOSH Jakarta-Bandung turut hadir di Bumi Mulawarman.

Diketahui, Kereta WHOOSH dengan kecepatan maksimum 350 km/jam ini dibangun melalui kerja sama Indonesia-China. Jarak jalurnya 142 km ditempuh hanya dalam waktu 47 menit.

Pembahasan mengenai pembangunan jalur kereta cepat ini disampaikan Seno Aji saat menerima kunjunhan Wakil Gubernur Provinsi Anhui, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Sun Yong.

“Saat ini kami belum memiliki transportasi kereta api. Jadi apabila ada kerja sama investasi di bidang kereta api ini, kami akan sangat menghargai, karena kami akan memiliki moda transportasi baru,” kata Wagub Seno Aji.

Seno Aji mengakui Tiongkok memiliki teknologi tinggi dalam hal perkeretaapian.

“Kita kan melihat teknologi China bagus. Kita harus akui. Kita sudah punya WHOOSH di Jakarta-Bandung,” jelasnya.

“Makanya saya tanyakan tadi, apakah Anhui juga punya potensi ke teknologi dan investasi kereta api seperti itu,” lanjutnya.

Dalam prosesnya nanti, harus ada pihak ketiga atau investor yang membangun. Jadi tidak menggunakan APBD Kaltim. Kemungkinan kerja sama ini saat ini sedang dijajaki.

“Mungkin bisa kita jajaki untuk Samarinda, Balikpapan, dan IKN (Ibu Kota Nusantara),” tegasnya.

Pihak Anhui mengaku baru mendengar usulan ini. Mereka akan segera berdiskusi dengan jaringan-jaringan pengusaha di Tiongkok.

“Kabar baiknya, mereka akan memberikan informasi (soal kereta api cepat) dalam waktu dua tiga minggu ke depan,” sambungnya.

Lebih jauh diterangkan, Kalimantan Timur merupakan gerbang IKN. Presiden Prabowo akan segera berkantor di sana.

Sebab itu, Kaltim harus melakukan percepatan pertumbuhan ekonomi, transportasi dan infrastruktur. Hal ini penting agar Kaltim bisa ikut berkontribusi dalam pemindahan ibu kota baru Indonesia itu.

Diungkapkan, ada beberapa negara yang tertarik untuk berinvestasi di bidang perkeretaapian ini. Yakni Korea dan Brunei Darussalam.

“Brunei Darussalam sudah lama ingin membuat link kereta api dari Brunei, Kaltara, Kaltim, Kalsel, Kalteng, Kalbar dan ke Kuching Sarawak dan tersambung kembali ke Brunei,” paparnya.

Selain sebagai angkutan penumpang. ketersediaan transportasi kereta api ini di masa depan juga akan sangat membantu angkutan batu bara, sawit dan hasil perkebunan lainnya dari kawasan-kawasan hulu. (*)